SD Negeri 3 Tanggung Gelar Pelatihan Anti Bully “Setiap Anak Berhak Bahagia dan Terlindungi”

Kegiatan Pelatihan Anti Perundungan dihadiri oleh Perwakilan Pemerintah Desa Tanggungharjo

Grobogan  –  Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti SD Negeri 3 Tanggung pada Kamis (18/12). Sebanyak perwakilan siswa kelas 4 dan 5 mengikuti Pelatihan Anti Bullying dan Pencegahan Kekerasan dengan tema  Setiap Anak Berhak Bahagia dan Terlindungi. Kegiatan ini dihadirkan untuk memperkuat perlindungan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua anak.

Pelatihan interaktif ini difasilitasi oleh  Yayasan Samin (Sekretariat Anak Merdeka Indonesia) dari Yogyakarta, berkat dukungan penuh dari  PT. Alliance One Indonesia (AOI). Tidak sekadar teori, acara dirancang dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Para peserta diajak memahami arti bullying, bentuk-bentuknya, serta cara mencegah dan menghadapinya. Materi disampaikan dengan bahasa yang ramah anak. Salah satu momen yang paling dinanti adalah pemutaran  film kartun tentang pencegahan kekerasan. Melalui cerita yang realis menggambarkan semua orang berhak melindungi anak, anak-anak belajar mengenali situasi tidak nyaman dan langkah-langkah mencari pertolongan.

“Kegiatannya asyik! Kita nonton film, terus diajarin kalau harus berani bilang ‘tidak’ kalau diganggu,” ujar salah seorang peserta dengan wajah berseri.” Ujar Mufidah  kelas 4 (10 tahun)

Tak hanya menonton, anak-anak juga diberikan ruang untuk berekspresi. Mereka diajak menuangkan harapan dan perasaan melalui  tulisan, gambar, maupun komik curhat. Hasil karya mereka penuh warna, menggambarkan keinginan kuat untuk sekolah tanpa kekerasan, penuh persahabatan, dan tawa.

Kepala SD Negeri 3 Tanggung menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Samin dan PT. AOI. Ini adalah investasi berharga untuk karakter anak-anak. Melalui kegiatan yang kreatif seperti ini, pesan kebaikan lebih mudah meresap di hati mereka,” terang Pak Weka kepala SD Negeri 3 Tanggung.

Perwakilan Yayasan Samin menekankan, pelatihan ini adalah langkah awal. “Kami ingin setiap anak tahu hak mereka untuk merasa aman dan bahagia. Suara mereka penting, dan melalui gambar dan tulisan tadi, kami melihat harapan besar untuk perubahan positif,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti di satu pelatihan saja, tetapi menjadi pemantik bagi seluruh warga sekolah untuk terus aktif menciptakan budaya saling menghargai, melindungi, dan menyayangi antar teman. Semoga sekolah kita selalu menjadi tempat terbaik untuk tumbuh dan belajar. Menjadi tempat yang aman dan nyaman  bagi semua warga sekolah.